Ungkapan hati..
Rabu, 03 April 2013
Sabtu, 17 Maret 2012
Jarak itu menjaga Aku dan Dia
Semua insan dalam dunia ini pasti pernah merasai perasaan itu. Perasaan yang tidak asing lagi dalam jiwa kita sebagai manusia. Perasaan yang kadangkala hadirnya tanpa kita duga atau kita paksa.
Memang sudah menjadi fitrah kita sebagai manusia untuk merasakan perasaan itu. Cuma mungkin bagaimana perasaan itu hadir dalam diri kita berbeza bagi setiap individu.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (syurga)."
[Ali 'Imran, 3:14]
Dalam diam, perasaan itu hadir di hatiku
Seperti insan lain, aku jua merasai perasaan itu. Perasaan yang bukan baru semalam berputik, tetapi telah hampir 5 tahun aku pendam. Aku sering tertanya-tanya salahkah untuk aku mempunyai perasaan yang bukan aku reka atau cipta, perasaan yang hadirnya tak pernah aku paksa, perasaan yang tak berubah sedikit pun walau banyak dugaan menimpa. Namun dalam aku melangkah menyusuri perasaan itu, aku sering dilanda rasa khuatir. Aku khuatir andainya rasa cinta ini melebihi rasa cintaku pada-Nya. Aku khuatir andai rindu yang aku pendam melebihi rinduku pada-Nya. Diri ku dan dia diikat dengan satu ikatan di dalam hati. Ikatan yang tak perlu aku dan dia lafaz melalui bicara kata.
Cukuplah rasa ini aku pendam dan dia juga memendam rasa yang sama. Jasad aku dan dia beribu batu terpisah. Hati aku dan dia juga beribu batu menjauh. Kini, wajahnya pun mungkin telah menjadi samar-samar di ingatanku. Suaranya seperti ku ingat-ingat lupa di telingaku. Rinduku padanya yang tidak menentu telah menjadi rindu yang ada hala tuju.
Saat aku dan dia menjauh
Pernah satu ketika dulu, aku kecewa dengan keadaan ini. Aku rasa seperti tidak sempurna dengan ketidakhadiran dia disisi. Namun kini, aku mengerti mengapa dia makin menjauh dari aku. Aku hormat keputusannya kerana aku tahu semua ini dia lakukan demi kebaikan aku dan dia.Teringat aku bicaranya tentang kisah kami. Kami dipertemukan dalam keadaan yang aneh sekali. Dalam keadaan saling tidak mengenali, perasaan yang tidak disangka-sangka hadir dalam diri kami. Sehingga kini, aku masih tidak mengerti bagaimana perasaan itu hadir dan bercambah sehingga ke saat ini.
Oleh itu, aku megerti mungkin pertemuan yang aneh ini harus jua dilalui dengan jalan yang aneh. Biarlah 'JARAK' ini menjadi penjaga bagi aku dan dia. Biarlah ingatanku tentang dia yang makin samar-samar di dalam hatiku menjadi penguat hubungan aku dengan ya-Rabb. Aku yakin dengan rencana yang telah tertulis untukku. Aku yakin jika tertulis jodoh antara kami, sejauh mana aku dan dia berlari menjauh, kami akan dipertemukan jua di garisan takdir antara kami nanti.
Jarak ini menjaga aku dan dia
Kini aku semakin mengerti, 'JARAK' ini bukan untuk menghukumku. Tetapi 'JARAK' ini untuk menjaga aku dan dia. Dengan 'JARAK' ini aku dan dia berjanji untuk berubah menjadi yang lebih baik. Dengan JARAK ini aku dan dia berjanji untuk memperbaiki cinta kepada Illahi.Dengan jarak ini aku dan dia berjanji untuk mencintai Pencipta kami lebih dari segalanya. Dengan JARAK ini aku dan dia berjanji untuk mendalami Islam hingga ke akar umbi. Dan Dengan JARAK ini jua aku dan dia yakin andai tiba saatnya nanti, aku dan dia akan lebih bersedia untuk melayari semua ini dengan jalan yang diredhai.
Terima kasih Ya Allah kerana memberi peluang kepadaku melalui jalan-Mu ini. Terima kasih kerana memberikan JARAK itu kepada aku dan dia.
"Ketahuilah hanya dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang"
(Ar-Ra'd 13:28 )
Sabtu, 10 Maret 2012
Haruskah ku hentikan?
Assalamu'alaykum Wr.Wb..
Cinta itu tumbuh karena kebiasaan..
Biasa ketemu, biasa memandang, biasa senyum, biasa bersama, biasa menyapa, dan biasa mengobrol..
Cinta itu teramat bening, tak terasa akan hadirnya, namun tanpa disadari cinta itu sudah menjalar kesuluruh tubuh hingga menguasai diri kita..
Sahabatku, aku ingin berbagi tentang cinta yang ku alami sendiri..
Cinta yang tumbuh dengan permulaan yang begitu aneh..
Aku tak tau bagaimana cinta itu hadir..
tapi yang aku tau, dia seorang Akhi yang mencintai-Nya lebih dari apapun itu.
Sahabatku, cinta yang lahir ini terus berkembang hingga saat ini, tanpa sengaja aku membuatnya semakin membara melihat respect nya denganku. Aku sering bertemu dengannya. Di tempat yang begitu suci, tak lain dirumah-Nya. Namun, disetiap pertemuan itu, tak pernah ada komunikasi sedikit pun, yang ada hanya sebuah pandangan. Itupun sering kuabaikan, walau ku tau tatapan itu kau tujukan untukku..
Bagaimana cinta itu tumbuh? Bagaimana cinta itu semakin berkembang?
Sahabatku, ketahuilah semua ini hanya karena komunikasi dunia maya. Benar, jejaring sosial..
Aku sendiri bingung, mengapa harus jatuh hati hanya karena sebuah kata-kata darinya?
Bepapapasan saja harus selalu tunduk dan tak pernah menyapa..
Ini namanya malu-malu tapi mau hehe..
Rasanya nyesek..
Kenapa aku harus mencintainya? Sedangkan jujur yah, aku benci akan perilaku sok cueknya itu...
Setiap kali bertemu, entah kenapa aku ingin sekali kau ucapkan salam sama sperti kau ucapkan salam di dunia maya. Ini cukup kok. Atau hanya sekedar senyuman darimu. Tapi, kau tak pernah lakukan hal seperti itu. Kau malah cuek tapi kau seperti ingin mendekat denganku dengan kekosongan dan tanpa pembicaraan sedikit pun.
Fiuuuuhh!! kenapa aku masih mencintainya?
Kenapa aku masih memikirkannya?
Kenapa aku tak pernah bosan untuk menulis tentangnya?
Maafkan aku yang Rabbi..
Aku mencintai makhluk-Mu yang juga mencintai-Mu.
tapi, Aku benci harus jatuh hati pada seorang Akhi yang belum halal denganku.
Apakah komunikasi ku dengannya ini berdosa? Apakah kami harus putuskan? Apakah aku harus menghapusmu di situs jejaring sosialku, biar tak pernah ada lagi komunikasi yg tercipta?
Ya Akhi.. Ku harap kau akan baca tulisan ini, dan jawablah setiap pertanyaan yang tersirat ini..
---Akhi, kau kah jodoh halalku kelak?---
Walaykumsalam Wr.Wb...
Kamis, 08 Maret 2012
Titik
Assalamu'alaykum Wr.Wb..
Lelaki itu dia yang tak terlupakan..
Hadir disini, tanpa izin dan tanpa penerimaan.
Aku bingung pada diriku sendiri, dulu aku ingat komitmen terakhirku untuk tidak menulis lagi tentangnya, semua hal yang menyangkut tentangnya.
Tapi entah aku ini bodoh atau memang bodoh, menulis kembali untuknya.
Lelaki yang 2 tahun sudah menghantuiku. Walaupun kadang, aku benci dengannya, tapi sebenarnya, benci itu bukan karena aku marah padanya karena melakukan kejahatan, tapi aku benci dia ketika dia lemah dan terus mengeluh.
Apa sebenarnya ini? Apa aku peduli pada dirinya?
Apa aku perhatian dengannya?
ataukah ini hanya hal biasa yang kulakukan?
Tidak..
Ini baru sekali terjadi, saat ini dan hanya pada dia saja.
Sudahlah, ini tak penting dibahas..
Ini juga tak penting kamu tau. Sepertinya kau tak akan pernah merespon tulisan ini, sama seperti kau sudah tak pernah lagi merespon sikapku. Apa kau punya alasan atas ini? #berharap ada..
Yang terpenting, kau tahu alasan atas semua perasaan ini.
Aku jatuh kepadamu bukan karena fisik, otak atau hartamu..
Jujur, aku jatuh karena Agama mu.. Kecintaan mu kepada-Nya melebihi apapun..
Kau juga tahu itu kan?
Aku rasa kau juga sama dengan ku. Mencintai seseorang karena Agamanya.
"Jangan pernah mencintai seseorang sebelum engkau mencintai Alloh SWT" :)
Wassalamu'alaykum Wr.Wb..
Lelaki itu dia yang tak terlupakan..
Hadir disini, tanpa izin dan tanpa penerimaan.
Aku bingung pada diriku sendiri, dulu aku ingat komitmen terakhirku untuk tidak menulis lagi tentangnya, semua hal yang menyangkut tentangnya.
Tapi entah aku ini bodoh atau memang bodoh, menulis kembali untuknya.
Lelaki yang 2 tahun sudah menghantuiku. Walaupun kadang, aku benci dengannya, tapi sebenarnya, benci itu bukan karena aku marah padanya karena melakukan kejahatan, tapi aku benci dia ketika dia lemah dan terus mengeluh.
Apa sebenarnya ini? Apa aku peduli pada dirinya?
Apa aku perhatian dengannya?
ataukah ini hanya hal biasa yang kulakukan?
Tidak..
Ini baru sekali terjadi, saat ini dan hanya pada dia saja.
Sudahlah, ini tak penting dibahas..
Ini juga tak penting kamu tau. Sepertinya kau tak akan pernah merespon tulisan ini, sama seperti kau sudah tak pernah lagi merespon sikapku. Apa kau punya alasan atas ini? #berharap ada..
Yang terpenting, kau tahu alasan atas semua perasaan ini.
Aku jatuh kepadamu bukan karena fisik, otak atau hartamu..
Jujur, aku jatuh karena Agama mu.. Kecintaan mu kepada-Nya melebihi apapun..
Kau juga tahu itu kan?
Aku rasa kau juga sama dengan ku. Mencintai seseorang karena Agamanya.
"Jangan pernah mencintai seseorang sebelum engkau mencintai Alloh SWT" :)
Wassalamu'alaykum Wr.Wb..
Bismillahirrohmanirohim...
Assalamu'alaykum Wr.Wb :D
Hati seseorang tak dapat berbohong seperti mulut.
Mulut bisa tidak benar, tapi hati tak mungkin tak benar.
Hati itu tersembunyi ditutupi beberapa lapisan,
Hanya aku, Alloh SWT, serta hamba-Nya yang dikehendakinya yang mengetahui sebenarnya.
"UNGKAPAN HATI"
Aku ingin kalian tau, inilah isi hati ku yang sebenarnya,
walaupun tak semua harus ku ungkapkan...
Yang tak dapat ku lafaz kan lewat mulut..
Karena aku tak mampu berkata, tapi aku bisa menuliskannya..
Ungkapan hati seorang wanita muslim..
Penuh cerita kehidupan..
dan InsyaAlloh ini benar-benar dari hatiku..
Hati yang mendapat ridho dari-Nya untuk di ungkapkan melalui seuntai kata..
Walaupun tak semenarik tulisan penyair, tapi inilah tulisanku..
Bersumber dari hati, bukan dari mulut maupun desakan mereka.. :)
Thanks for coming here...
Wassalamu'alaykum Wr.Wb.. :D
Langganan:
Postingan (Atom)